Buku1.Rencana Aksi Konservasi.

 

img_9566_smallRencana aksi konservasi (conservation actionable plan) merupakan sebuah kumpulan aksi untuk perlindungan target konservasi tertentu terhadap ancaman langsung atas keberadaan target konservasi pada sebuah kawasan dan dalam rentang waktu tertentu. Perlindungan pada target konservasi tertentu menjadi pintu masuk untuk kegiatan konservasi lainnya dan diharapkan berimplikasi kepada konservasi kawasan secara keseluruhan.

Aksi-aksi yang ada di dalam rencana aksi ini haruslah dapat diaplikasikan, baik secara teknis, kebijakan, kapasitas pelaksanaan dan ketersediaan pendanaan.

Rencana aksi konservasi diharapkan dapat menjadi acuan dalam melaksanakan aktivitas bagi para pihak (stakeholder) yang berkepentingan atas keberadaan fungsi suatu kawasan tertentu. Manfaat utama dari rencana aksi konservasi ini adalah peningkatan koordinasi diantara para pihak dalam mempertahankan fungsi suatu kawasan dan diharapkan dapat pula mengeliminasi konflik kepentingan yang ada di dalam kawasan tersebut.

Dalam penyusunan maupun pelaksanaan rencana aksi konservasi, keterlibatan para pihak merupakan sesuatu yang mutlak, karena partisipasi aktif para pihak sangat mempengaruhi keberhasilan penyusunan maupun pelaksanaan rencana aksi tersebut.

Rencana aksi hutan batang toru blok barat (HBTBB) merupakan rencana yang dapat dilaksanakan dan memiliki jangka waktu selama tiga tahun. Rencana ini bukan sebuah rencana strategis dan juga bukanlah rencana yang disusun untuk mengatasi semua ancaman menyangkut keberadaan seluruh target konservasi, namun dengan memilih beberapa target konservasi kunci. 

Pemilihan target konservasi kunci dilakukan oleh para pihak melalui Lokakarya Multi Pihak dalam pengembangan rencana aksi kkonservasi HBTBB, Parapat 11-12 Desember 2007. Dalam lokakarya tersebut terpilih tujuh target konservasi. Empat target konservasi berbasis kawasan, yakni Sub DAS yang kaya, Habitat yang kaya, Vegetasi yang kaya, dan Koridor Hutan. Tiga Target Konservasi yang berbasis spesies, yaitu Orangutan, Harimau, dan Rangkong.

Lokakarya Konsultasi antara Tim Kecil dengan Masyarakat bertempat di Spirok

Lokakarya Konsultasi antara Tim Kecil dengan Masyarakat bertempat di Spirok

Dengan mempertimbangkan hasil identifikasi pada ancaman keberadaan tipe habitat dan tipe vegetasi, serta banyak komponen yang saling bertautan dalam target konservasi tipe habitat dan sub DAS (yang mengarah pada perlindungan sisten hidrologi), tiga target konservasi ini disatukan perencanaan aksinya.

Lokakarya Parapat juga menghasilkan pembentukan tim kecil yang berasal dari perwakilan para pihak dan diberikan mandat dalam menyusun rancangan dari rencana aksi ini. Tim kecil ini beranggotakan:

Amri Yasin Nasution (Yayasan Lintas Cakrawala), Timbul Panggabean (Yayasan Samudera), Novelinna Limbong (Dinas Kehutanan Sumatera Utara), Fithri Noor Ch. (Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam Sumatera Utara), Iswar P. Harahap (Lembaga Adat Tapanuli Selatan), Melinda Siahaan (Diakonia, Huria Kristen Batak Protestan), Pahrian G. Siregar (Orangutan Conservation Services Program), Harmin Marpaung (Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Tapanuli Tengah), Torang Hutahuruk (Dinas Kehutanan Tapanuli Utara) dan Abadi Siregar (Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Tapanuli Selatan).

Sementara itu tahapan dalam penyusunan rencana aksi ini meliputi : 

a. L okakarya Multipihak dalam pemilihan target konservasi.

b. Pemilihan daerah potensial intervensi yang didasari atas keragaman yang dimiliki dan ancaman kepada keberadaan keberagaman yang ada di dalam daerah tersebut.

c. Penyusunan draf rencana aksi melalui konsultasi dengan para pihak secara parsial dan para pakar teknis.

d. Lokakarya Multipihak dalam memilih dan memfinalisasi rencana aksi konservasi yang disusun. e. Sosialisasi dan identifikasi implementator potensial dari rencana aksi.

f. Pembuatan proposal kegiatan dan penggalangan dukungan implementasi

Secara lebih jelas menyangkut proses perencanaan hingga implementasinya dapat dilihat pada Gambar berikut :.

Bagan Penyusunan Rencan Aksi Konservasi hingga Tahap Implementasinya

Bagan Penyusunan Rencan Aksi Konservasi hingga Tahap Implementasinya

 Selengkapnya lihat : Buku 1. Rencana Aksi Konservasi HBTBB.pdf (3.773kb)


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: