06. Lokakarya Pengelolaan Kolaboratif

img_9566Hutan Batang Toru Blok Barat (HBTBB) meemiliki arti penting bagi masyarakat dan Pemda Tapanuli Utara, Tapanuli Tengah, dan Tapanuli Selatan. Hutan seluas ± 102.000 Ha merupakan kawasan penyangga kehidupan ± 344.250 jiwa masyarakat atau 81.870 KK.

Selain hal diatas, HBTBB memiliki keragaman hayati yang sangat tinggi dan menjadi habitat beberapa satwa yang teancam punah seperti Harimau Sumatra (Panthera tigris sumatrae), Tapir (Tapirus indicus), Kambing Gunung (Naemorhedus sumatraensis), dan Elang Wallacea (Spizateu nanus).

Hasil valuasi ekonomi yang dilakukan Conservation International (CI) pada tahun 2006, dihitung nilai guna tidak langsung dan nilai guna langsung kawasan hutan Batang Toru sebesar Rp 69.212.225.920,- per tahun.

Memperhatikan arti penting kawasan ini, maka perlu dilakukan pengelolaan yang menggunakan aspek konservasi sebagai pertimbangan utama. Sementara untuk membangun sinergisitas antar para pemangku kepentingan (stakeholder), maka perlu ada Lembaga/Badan Pengelola yang diberi mandat untuk menjadi jembatan antar para pihak dan menjadi pengontrol setiap kegiatan yang dilakukan di kawasan hutan Batang Toru.

Mempertimbangkan hal diatas, maka pada tanggal 20-21 Januari 2009 dilaksanakan Semiloka Pembentukan Kelembagaan Multi Pihak untuk Kolaborasi Pengelolaan Hutan Batang Toru. Kegiatan dilaksanakan di Brastagi (Hotel Sibayak).

Disadari bahwa membentuk Lembaga/Badan Pengelola yang solid memerlukan waktu dan Semiloka yang dilakukan merupakan bagian dari proses tersebut. 

Semiloka memiliki 2 tujuan, yaitu : 1. Mengenal konsep, aturan dan kemajuan pelaksanaan pengelolaan kolaborasi konservasi kawasan di Indonesia; 2. Menggali hikmah pembelajaran dari berbagai lokasi lain yang lebih dulu telah mengupayakan pengelolaan kolaboratif konservasi kawasan.

Untuk tujuan diatas, maka dalam semiloka ini hadir sebagai narasumber utusan dari Friend of Kutai (pengalaman TN Kutai), Badan Pengelola Sungai Wein (Kalimantan), Konsorsium Gede Pahala (pengalaman di TN di Jawa Barat), The Nature Conservasy (Pengalaman TN Komodo), Perhimpunan Burung Indonesia (Pengalaman di TN Aketajawe – Lolobata), dan Yayasan Teso Nilo (pengalaman di TN Teso Nilo).

Selengkapnya, lihat :  TOR Lokakarya Kolaboratif.pdf

Makalah Narasumber : Pengelola HLSW Kota Balikpapan.pdf ; Kemitraan Pengelolaan TN Komodo.pdf ; Materi Kolaborasi Burung.pdf


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: